Alur cerita berfokus pada hubungan antara seorang pria berusia 38 tahun (seorang seniman) dan seorang gadis berusia 18 tahun (seorang siswi SMA). Film ini menampilkan evolusi hubungan mereka dari sekadar keinginan fisik menjadi eksplorasi mendalam mengenai pain and pleasure (rasa sakit dan kesenangan) melalui praktik BDSM (pukulan rotan/spanking). Film ini mengangkat tema ini bukan hanya sebagai fetish, tetapi sebagai jalan pelarian dari kekosongan emosional.